Desa tempat kelahiranku,
Kesusahan menemani diriku,
Dari janin sehingga tubuhku membesar,
Tidak kenal erti kesenangan.
Hidupku dipenuhi ranjau duri,
Begitu sulit meniti liku-liku hariku,
Bagai kais pagi makan pagi,
Bagai kais petang makan petang,
Memaksa diriku ke kota metropolitan.
Langkah baru dicorak di tempat baru,
Tekad berusaha dalam mencari rezeki,
Doa pada Yang Maha Esa sebagai peneman,
Mengiringi jalan-jalanku di kota metropolitan.
Ku lihat manusia bermacam ragam,
Banyak sungguh lagak gaya,
Timbul berbagai persepsi bermain di minda,
Sungguh hairan melihat debu-debu kota,
Menjahanamkan kawasan dengan budaya lucah.
Astaghfirullahalazim ku berkumat-kamit dalam hatiku,
Setelah melihat benda bukan-bukan,
Tamparan hebat ku rasakan,
Menghayati dunia luar dari disangkakan.
Tiga hari perjalanan,
Menyedarkan diriku,
Kesedaran kemiskinan diterima asalkan kaya keimanan,
Desa tercinta juga tempatku.
No comments:
Post a Comment